“Berapa bang harganya..???” tanya seorang pembeli ke penjual nasi goreng di perempatan lampu merah itu. Lantas si penjual pun menjawab “tujuh ribu harganya mba”.. Kemudian terjadilah transaksi, si penjual memberikan bungkusan nasi gorengnya dan si pembeli itu pun memberikan 1 pecahan dua puluh ribuan.. “Ini mba kembalinya” ujar si penjual sambil memberikan 1 lembar 10 ribuan yang sudah lusuh dan 3 lembar ribuan yang masih terlihat baru dan bersih.. Melihat uang kembalian yang sudah lusuh tersebut si pembeli itu pun mencoba u/ “merayu” penjualnya agar mau menukarkan uangnya dengan 10 ribuan yang masih terkesan baru.. Tanpa pikir panjang si penjual itu pun langsung mengganti begitu saya uang yang ia miliki..
——– Nah teman, apa anda termasuk orang yang selalu mencoba menukarkan uang-uang “lusuh” anda dengan uang yang masih terkesan “baru”..??? atau anda adalah orang yang sama sekali tidak memperdulikan bagaimana pun bentuk uang kertas anda..??? ——– Ya, apa pun pilihannya tentu anda memiliki alasan atas jawaban anda. Saya sendiri termasuk orang yang sama sekali tidak memperdulikan bagaimana kaku atau lusuhnya uang saya.. Buat saya nilai uang itu tetap sama..!!!
Sama halnya dengan nilai seorang manusia.. “seburuk apa pun masa lalu kita, tidak akan mengurangi NILAI kita sebagai seorang manusia.. Apa pun kondisi kita, si kaya-si miskin, si pintar-si IQ rendah, atau si cantik-bahkan si buruk rupa.. Itu hanya bentuk yang mungkin terlihat berbeda, tapi sekali lagi apa pun itu tidak lah mengurangi nilai Manusia itu sendiri.. Kita semua sama..!!! Ibarat si tanah liat, di pelosok dunia mana pun jika memang ada tanah liat pasti prinsipnya sama yaitu sama-sama lentur untuk dibentuk sesuai keinginan kreatornya.. Ada yang menjadikan tanah liat itu sebagai guci indah nan mahal harganya, ada pula yang hanya menjadikannya sebagai asbak pembuang abu rokok saja.. Apa pun bentuknya, seberapa pun rupiah harga guci atau asbak tersebut keduanya tetap sama, terbuat dari unsur yang sama dan tetap memiliki NILAI yang sama.. >> Seperti itu pula lah kita “NILAI kita sebagai MANUSIA”


heru
15/11/2009 at 6:22 PM
kebesaran hati seorang manusia tanpa membedakan segala sesuatu akan menjadikan diri lebih sempurna,
iiN
iya setuju mas.. “don`t judge anything” .. ^_^
Hari Mulya
15/11/2009 at 11:17 PM
saLam kenaL..
kunjungan perdana..
komennya besok lg aja..
he..he…
iiN:
oK.. thank you yaa.. ^_^
narti
16/11/2009 at 4:00 AM
ilmu yang kita miliki menjadikan kita berbeda dengan orang lain.
iiN:
iya,,,,, learning by doing to everyone..
komputer tips
16/11/2009 at 7:38 AM
Yup setuja….setuja sekali mbak……manusia sama, yang membedakan adalah amal ibadahnya
iiN:
amieN.. setuja juga mas.. ^_^
bhogey
16/11/2009 at 8:51 AM
sippp… perdana jugaa…
hmm hargailah manusia walau seburuk apapun dia, bukan begitu :p
iiN:
yuph.. s`7 bhogey…. ^_6
bukan facebook
16/11/2009 at 9:29 AM
masalahnya kadang kita menganggap duit ituh lebih penting dari manusia…makanya penampilan duit gak penting karena nilainya lebih tinggi dari manusia…
iiN:
iyaa…. yg menciptakan duit juga kan manusia juga ya.. ^_^
BEBEN
16/11/2009 at 3:48 PM
Iman dan takwa yg membedakan manusia dihadapan sang khaliq…bener enggak ??? Tidak ada yg sempurna didunia yg fana ini, entar di akhirat tempet kesempurnaan itu adanya..yeahhhhh. Terima kasih atas kunjungannya dan komentnyah di blog akuh yaaa IIN mwah mwah…hihihihihihi
iiN:
oK, setuju.. // sama2.. thanks ya……
blogku-007
17/11/2009 at 10:05 AM
bagi saya sama aja lusuhnya suatu mata uang bukan berarti nilainya juga ikut lusuh.. tul gak? 10 ribu yang lusuh sama 10 ribu yang masih kelihatan bagus nilai jualnya tetap sama. seandainya dibelikan suatu barang dengan harga 7000 tetap sama-sama mendapat kembalian 3000. It’s dosn’t matter.
iiN:
setuju ..!
siP…….
Fanda
18/11/2009 at 9:06 AM
Setuju. Lusuh hanyalah penampilan uang, pdhal nilainya sama. Kreatif juga menganalogikan penilaian manusia dgn uang. Btw, aku jg ga peduli dgn uang lusuh asal ga kurang aja ngasih kembalian. Toh uang lusuh itu akan berpindah tangan jg waktu kita belanjain tuk yg lain
iiN:
hee.. ^_^
wah- iya tuh mba.. bisa jadi uang yang ada di saya sekarang itu kembalian2nya mba fanda ya, atau sebaliknya…
hpnugroho
19/11/2009 at 12:15 PM
penampilan blum tentu mencerminkan prilaku, tapi kita hanya bisa menebak nilai yang terkandung didalam diri manusia dari penampilannya … ironi
iiN:
ya… sama seperti buku yg katanya “dont judge a book from the cover”. tapi kadang cover buku juga bisa mewakili isi buku sebenarnya….. “unlimited”
Maren Kitatau
21/11/2009 at 4:00 AM
Sialnya, mata uang asing yg lusuh turun harga di Money Changer!
iiN:
wh… iya ya… oalaaaaaa.. “tapi untung`nya kita gak pernah turun harga ya. ;xixiiiiiii