Hari ini di sekolah tempat saya kerja ada cerita yang mungkin bisa disharing untuk kita smua supaya lebih aware dengan segala macam modus penipuan. Entah lagi musim atau memang “menipu” sudah menjadi tradisi sebagian orang di negara kita ya..
Hari ini, Jumat pagi sekitar pukul 10.30 WIB ada seorang ibu yang dalam kondisi sedih dan panik datang ke sekolah untuk menyakan keadaan anaknya yang bersekolah di sekolah kami itu.
Rupanya, si ibu ini baru saja terima kabar via telp dari dua orang penipu yang mengaku sebagai guru di tempat anaknya sekolah. Dikabarin kalau anaknya itu jatuh dari tangga, kondisi kepalanya pecah, kritis dan saat ini sedang menunggu operasi di Rumah Sakit.
Untungnya orang tua murid ini datang ke sekolah untuk konfirmasi. Pihak sekolah yang merasa nggak ada kejadian apa-apa, tadi langsung mempertemukan si anak dengan ibunya. Ibu separuh baya itu yang sempat pingsan saat terima kabar kondisi anaknya kritis, saat ngeliat anaknya yang ternyata sehat walafiat langsung meluk anaknya sambil terus menangis bersyukur.
Beberapa guru yang melihat kejadiannyapun jadi diam, kondisi hening mengharukan. Bersyukur karena memang nggak terjadi insiden apapun.
Tapi herannya kenapa juga masih ada orang yang tega menipu sampai sebegitu sadis kabar tipuannya. Secara nggak langsung si penipu itu kan udah bikin shock pihak keluarganya. Ya kalau misalnya orang yang terima telp masih bisa berfikir tenang, kalau ternyata yang menerima kabar itu nggak kuat terima kabar yang mengagetkan bagaimana?..
Apa yang dicari sih dari si penipu itu?.. Sekedar iseng? Hobby? Penyakit? Atau memang itu satu-satunya jalan yang dipikir bisa untuk ngedapetin uang dari sekedar transfer rekening untuk operasi? Atau mau menggeledah saat rumah si korban kosong? Kok ya tega sih. Biar bagaimanapun jangan pernah menipu dan menghalalkan segala cara. Gak baik!
Last Comment