Seorang anak yang sedang belajar melukis suatu sore mendapatkan hasil lukisannya yang cukup bisa dibanggakannya. Dari semua lukisan-lukisan yang pernah ia buat, ia menganggap lukisan itulah yang paling indah menurutnya. Sangking senangnya ia dengan lukisannya, maka dipandangilah selalu hasil karyanya tersebut. Sambil terus memandang, tanpa sadar kaki anak itu mundur selangkah demi selangkah menatapi lukisannya dari kejauhan.
Sampai suatu ketika, sahabatnya pun melihat “Ah tidak, ini bahaya” ujar sahabatnya. Rupanya ia melihat, bahwa sahabatnya itu sudah sampai di tepi jurang, selangkah lagi kakinya melangkah ke belakang maka ia akan terjatuh. Ia berfikir bagaimana cara untuk dapat menghentikannya. Jika ia berteriak mengagetkannya maka pasti tidak akan didengar karena sahabatnya tetap fokus memandangi lukisan itu. Maka ia mengambil langkah untuk merusak saja lukisannya. “Mungkin dengan cara ini ia akan lari melangkah kembali ke depan” Seketika ia langsung saja menyiram lukisan tersebut dengan secangkir kopi pahit di tangannya.
Sontak sahabatnya pun marah, berlari menghampiri, sambil memukul ia bertanya: “Mengapa kamu merusak lukisan saya? tidak tahukah kamu betapa pentngnya lukisan itu bagi saya!” Pukulan demi pukulan terus dialamatkan ke sahabatnya, orang yang dianggapnya telah merusak hasil karya kebanggaannya. Rupanya si sahabat tidak marah dan tidak membalas pukulan. ia hanya menjelaskan bahwa yang dilakukannya adalah untuk menyelamatkannya. “jika aku biarkan maka kamu akan jatuh ke jurang itu & aku pasti akan kehilangan kamu sahabat terbaikku. Biarlah lukisanmu saja yang rusak, toh kamu dapat melukisnya kembali di hari-harimu esok. Tapi aku tidak rela kalau lukisan ini yang tertinggal sementara kamu menghilang!”
mmmm… walau kecewa lukisannya telah rusak, namun ia mengerti mengapa sahabatnya melakukan hal tersebut. Rupanya tamparan seorang sahabat tidaklah berniat jahat – namun menyadarkan. Berbahagialah bagi kita semua yang memiliki sahabat dan terus mengingatkan satu sama lain. Bahkan dimata Allah pun apa yang kita anggap baik belum tentu itu yang sesungguhnya terbaik bagi kita. Begitu juga apa yang kita anggap tidak baik belum tentu itu tidak baik di mata-Nya. So, tetap positive thinking & positive feeling for anything ya! CHEERS

Last Comment