komunikasi terhadap anakHari ini saya agak sedikit kaget waktu keponakan saya nanya tentang Dajal?.. *wah terdengar agak menyeramkan ya.. (sekedar info keponakan saya itu usianya 6 tahun).. Dengan polosnya dia nanya ke saya: “Tante temenin ke belakang dong, takut ada Dajal..  Emang Dajal gmn sih tante, jahat ya?”..   Wah kira-kira jawaban yang cocok untuk anak usia 6 tahun itu apa ya?

Pasti memang banyak jawaban penjelasan tentang “Dajal” itu.. (duh jadi bahas ini ya) :p Bukan tentang penjelasan Dajal itu apa, seperti apa, dan bagaimana adanya.. Tapi yang mau saya bahas adalah tentang pemilihan kata-kata yang tepat untuk seorang anak, bahkan mungkin untuk kita semua dengan segala perbedaan usia.

Terkadang, atau mungkin termasuk saya, kita sering menyamaratakan usia dan kondisi orang yang kita ajak bicara. Seperti contoh keponakan saya itu, rupanya dia dengar kata-kata itu dari guru ngajinya hari ini. Kalau yang tidak patuh sama orang tua, tidak shalat bisa melihat Dajal nantinya. Siapa yang sekarang bohong hati-hati sama Dajal..

Nah, bukan bermaksud menyalahkan guru ngaji keponakan saya. Ternyata betapa pentingnya rangkaian kata-kata, terutama bagi diri seorang anak karena terekam dan terbawa sampai dia dewasa nantinya. Tentunya dengan faktor lingkungan lainnya yang  juga bisa memberi pengaruh.

Nggak jarang, bahkan bagi diri kita sendiri termasuk saya. Bahwa kita bisa sangat terpengaruh oleh sebuah kata-kata dibanding yang lainnya. Positifnya: jika kita dengar kata yang positif tentu dampak energinya pun positif dan memberi pengaruh yang baik juga untuk diri kita. Sementara kata-kata yang kurang baik, ya sebaliknya.. :p

Ada beberapa gaya berkomunikasi yang mungkin kurang tepat disampaikan, terutama ke anak-anak. Misalnya: tanpa mendengarkan penjelasan dari anak langsung saja kita memarahkan, memerintah, meremehkan, mengecap, mengancam, mengkritik, atau bahkan yang bahaya adalah membandingkan.

Tanpa kita sadari, kata-kata sekecil apa pun besar pengaruhnya bagi seseorang. Karena semua yang kita lihat – kita alami – kita rasakan pasti ada KATA (namanya) .. Dan setiap nama ada maknanya – disetiap makna ada dampaknya.. Jadi, berhati-hatilah dengan ucapan!