Jakarta, CyberNews. Sepenggal puisi yang diyakini karya BJ Habibie dan diperuntukkan untuk sang istri, Ainun Habibie beredar di dunia maya. Namun lembaga Habibie Center meragukan puisi tersebut karya mantan Presiden BJ Habibie sebab dinilai ada kalimat yang tidak pas dengan kepribadiannya. Hal itu diungkapkan juru bicara Habibie Center Ima Abrurrahman, Kamis (28/5). Namun demikian, pihaknya tidak akan terlalu mempersoalkan puisi tersebut.
“Kami tidak mempersoalkan puisi tersebut karena tak menyakiti. Yang pasti puisi tersebut bukanlah karya Pak Habibie dan yang dituju bukan Ibu Ainun,” jelas Ima. Adapun kalimat yang dinilai tidak pas dengan kepribadian Habibie berbunyi “Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua”. —- “Itu bukanlah karakter Bapak,” kata Imat. Menurutnya, puisi tersebut mungkin dibuat seseorang yang menggemari Habibie atau Ainun. (suaramerdeka.com)
Puisi BJ Habibie untuk Istrinya
Sebenarnya ini bukan tentang kematian, bukan itu
Karena aku tau bahwa semua yg ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
Dan kematian adalah sesuatu yg pasti
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tau itu.
Tapi yg membuatku tersentak sedemikian hebat,
Adalah kenyataan bahwa kematian benar2 dpt memutuskan kebahagiaan dlm diri seseorang
Sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya,
Dan tubuhku serasa kosong, hilang isi
Kau tau sayang, rasanya seperti angin yg tiba2 hilang berganti kemarau gersang
Pada airmata yg jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang
Pada kesetiaan yg telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada
Aku bukan hendak mengeluh, tp rasanya terlalu sebentar kau disini
Mereka mengira aku lah kekasih yg baik bagimu sayang
Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yg menjadikan aku kekasih yg baik
Mana mungkin aku setia padahal kecenderunganku adalah mendua
Tpi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta
Sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya
Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku
Selamat jalan,
Calon bidadari surgaku…
Last Comment