shutter_island Film Shutter Island merupakan sebuah film psychological thiller yang layak untuk ditonton. Film ini  diangkat dari Novel Dennis Lehane (2003), menceritakan tentang dua orang U.S Marshall di era tahun 1945 yakni Teddy Daniels yang diperankan oleh Leonardo Dicaprio dan Aule Chuck (Mark Buffalo), mereka mendatangi sebuah penjara sekaligus rumah sakit jiwa di pulau terpencil bernama Shutter.

Pulau Shutter (Shutter Island) adalah pulau yang terlihat kelam, misterius, mencekam, sunyi dan dijaga ketat dengan sistem pertahanan dan perjagaan berlapis serta pagar listrik. Shutter adalah pulau tempat nara pidana dan pasien sakit jiwa dengan catatan kejahatan yang sangat kejam. Teddy dan Chuck datang ke pulau tersebut dengan maksud ingin menyelidiki misteri hilangnya salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa yang bernama Rachel Solando.

Teddy Daniels (Leonardo Dicaprio) & Aule Chuck (Mark Buffalo)

Di awal penyelidikannya Teddy menemukan sebuah jejak tertulis dari Rachel *pasien yang hilang tersebut* yang kurang lebih berisikan“ingat aturan 4, pada angka 67” Ketika Teddy sedang larut dalam penyelidikannya ia menemukan banyak keganjilan-keganjilan yang ia peroleh di Rumah sakit jiwa itu. Pasien dan staf yang sempat ditanyai oleh Teddy seperti memberikan kesaksian palsu dan menyembunyikan kebenaran.  Keadaan semakin menekan Teddy dan membuatnya makin stress ketika ia kerab dihantui kekejaman masa lalunya ketika menjadi prajurit di zaman Nazi, bayangan isterinya yang mati dalam musibah kebakaran selalu muncul dalam halusinasinya, memintanya untuk tetap melakukan penyelidikan.

shutterisland2Dalam keadaan tersebut tiba-tiba sebuah badai besar pun melanda pulau Shutter itu  dan menyebabkan terputusnya komunikasi dengan dunia luar. Tekad Teddy untuk mengungkapkan fakta makin kuat ketika ia telah berhasil menemukan pasein Rachel Solando di sebuah gua di tengah tebing dekat menara mercusuar. Rachel mengungkapkan bahwa sesungguhnya pihak rumah sakit jiwa tersebut sengaja menahan banyak pasien & tahanan dalam rangka menjalankan penelitian psikologis dari pihak dokter dan staff di rumah sakit jiwa tersebut. Rachel pun mengungkapkan bahwa halusinasi yang kerab muncul di diri Teddy adalah akibat asupan zat narkotika terlarang yang diberikan secara diam-diam ke diri Teddy dan akan mampu membius ulang pikiran seseorang.

5Hal yang menarik dari plot film ini adalah ketika di akhir cerita diungkapkan fakta bahwa sesungguhnya tokoh Rachel Solando sebenarnya tidak pernah ada di Rumah sakit jiwa tersebut. Film ini dengan cerdasnya mampu memutarbalikan cerita antara fakta dan halusinasi dari orang yang memiliki gangguan jiwa. Penonton akan terus menebak-nebak ending dari Film yang disutradarai oleh Martin Scorsese ini.

Alur cerita mulai terbentuk ketika diungkapkan bahwa sebenarnya tokoh Teddy (Leonardo Dicaprio) sesungguhnya adalah seorang pasien terakhir (yang ke 67) dari rumah sakit jiwa tersebut. Tokoh Rachel Solando hanya hidup dalam halusinasi yang diciptakan oleh Teddy sendiri selama 2 tahun ia berada di rumah sakit jiwa tersebut. Teddy tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia sendiri lah yang telah membunuh isterinya karena isterinya telah menenggelamkan ketiga anak-anak mereka di sebuah sungai yang berada di belakang rumah mereka. ***Pada akhirnya Teddy pun menyadari akan gangguan kejiwaannya..