Setiap tanggal 22 Desember selalu saja kita mendengar istilah peringatan “hari ibu” – hari yang didedikasikan khusus untuk perjuangan dan kasih seorang IBU.. Menurut Wikipedia yang dimaksud hari ibu adalah: “hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam   keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.”

Asal muasal kenapa diadakannya hari ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogjakarta di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.  Kemudian melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 Presiden Soekarno menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Gedung Mandala Bhakti Wanitatama

Sebagai bentuk konkret peringatan bagi para ibu di Indonesia pada kongres wanita yang berlangsung di Bandung tahun 1952 Ibu Sri Mangunsarkoro mengusulkan untuk didirikan sebuah monumen. Disinilah asal muasal pendirian gedung Mandala Bhakti Wanitatama. Pada tanggal 20 Mei 1956 dibangunlah Balai Srikandi yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh menteri wanita pertama di Indonesia pada saat itu yaitu Maria Ulfah. Kemudian seluruh kompleks bangunan pun dibangun dan akhirnya diresmikan oleh Presiden Suharto menjadi kompleks gedung Mandala Bhakti Wanitatama pada tanggal 22 Desember 1983. Ada beberapa bangunan pada kompleks tersebut. Museum terletak pada salah satu bagian dari Balai Srikandi. Kemudian di sekelilingnya terdapat bangunan yang sering digunakan untuk acara resepsi dan pameran, yaitu Balai Shinta, Kunthi, dan Utari. Ada pula kompleks wisma penginapan Wisma Sembodro dan Wisma Arimbi serta perpustakaan. Museum yang terletak di Balai Srikandi menyimpan berbagai koleksi benda-benda yang digunakan saat kongres waktu itu serta diorama.

Sedangkan untuk misi diperingatinya hari ibu yaitu bermula pada tujuan untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Untuk semua para ibu yang ada di Indonesia, Selamat hari ibu.. everyday, every minute & every time. Dan penghormatan yang sama pun saya berikan untuk perjuangan seorang ayah, seorang kaka, seorang adik, teman, seorang anak, dan semua pelabelan status yang kita miliki.. untuk meraka, saya, dan kita semua. *