— Salah memang kalo mulut turut terbuka, disaat mereka mulai berkata.
Karena telinga kan terhalang bibir keangkuhan, menutup suara mereka yang telah membahana.
Karena mereka tak butuh petuah, sekedar tempat sampah cukuplah bagi mereka.
Karena mereka sudah dewasa, pendengar yang baik cukuplah bagi mereka.
Rasa peduli, empati dan simpati, alasan apa lagi yang ada dihati?
Bersilat lidah menyalahkan mereka, berdalih nasehat, anjuran dan wejangan.
Karena mereka tak butuh petuah, sekedar tempat sampah cukuplah bagi mereka.
Karena mereka sudah dewasa, pendengar yang baik cukuplah bagi mereka.
Buka mata dan lihat tingkahnya.
Kembangkan daun telinga dan dengar katanya.
Karena mereka tak butuh petuah, sekedar tempat sampah cukuplah bagi mereka.
Karena mereka sudah dewasa, pendengar yang baik cukuplah bagi mereka.
Ikat tangan… biarkan mereka menari.
Tutup mulut… mereka butuh keheningan.
Karena mereka tak butuh petuah, sekedar tempat sampah cukuplah bagi mereka.
Karena mereka sudah dewasa, pendengar yang baik cukuplah bagi mereka.
Maafkan aku yang sombong menasehati.
Maafkan aku yang angkuh menyalahkan.
Karena kalian tak butuh petuah, sekedar tempat sampah itulah aku.
Karena kalian sudah dewasa, semoga aku dapat menjadi pendengar yang baik.
sumber: http://blog.gandiwibowo.web.id/
Last Comment